Mungkin beberapa sudah sadar, dan beberapa mungkin bertanya mengenai perubahan terhadap subdomain dari situs ini. Perubahan yang cukup drastis dari https://genshiken-itb.org yang merupakan root domain menjadi https://press.genshiken-itb.org, yang merupakan subdomain.
Ada beberapa alasan utama untuk ini, dan singkat saja.
Perubahan Ownership
Mengumumkan perubahan ownership dari satu bagian dari situs ini mungkin terkesan terlalu terlambat, tapi lebih baik daripada tidak pernah sama sekali.
Situs utama sekarang dipegang oleh Badan Pengurus aktif Genshiken ITB, sedangkan situs lama yang dianggap sebagai legacy ini sekarang hanya dipegang oleh salah satu anggota yang masih ingin mempertahankan opsi untuk membuat konten dengan menggunakan WordPress.
Situs utama yang kini dibuat dengan Next.js masih dalam tahap pengembangan dan belum memiliki opsi membuat post yang komprehensif. Dan agar situs lama tidak di-deprecate, maka segala deployment dari WordPress yang dulunya menjadi situs utama sekarang berpindah ke subdomain press.genshiken-itb.org. Perubahan ini bisa berefek ke tidak ditemukannya konten atau post yang merujuk ke domain utama.
Lack of Writers
Bagian ini juga sebagai “call for contributors”, karena penulis utama dari blog/situs ini hanyalah saya sendiri sejauh ini. Keinginan untuk tetap berkarya melalui tulisan dengan format artikel ataupun blog post adalah salah satu hal yang saya gemari, sehingga keinginan ini saya ingin pertahankan.
Lebih daripada itu, format penulisan konten sebelumnya masih terasa sangat kaku dengan kejaran untuk memiliki post yang memiliki bahasa yang lebih formal dan dapat diterima oleh khalayak umum. Kedepannya, saya lebih ingin agar post yang dipublikasi memiliki nuansa yang lebih santai dan memiliki gaya bahasa yang casual. Konten pun akan tidak terbatas pada hal-hal yang berat ataupun dalam. Konten ringan akan lebih banyak membanjiri situs ini.
Oleh karena itu, kedepannya semoga perubahan ini bisa menjadi drive yang lebih kuat untuk menulis lebih banyak konten.
Also, tahukah kamu kalau komponen editor untuk post di WordPress disebut sebagai “Gutenberg”, yang merujuk ke “The Father of Printing Press” yakni Johannes Gutenberg? Now you know.
Here manifesting for the revival project through infinitely small steps, just like how Riemann summation works by decreasing the delta-X to approach 0.
